Pelayanan Anak-anak dalam kehidupan Gereja

Masa anak-anak adalah masa yang paling banyak diingat orang. Orang sering berkata, masa anak-anak adalah masa yang paling indah. Di masa ini juga adalah masa yang paling banyak belajar, mulai dari bayi belajar merangkak, bicara, berjalan, berlari dan sampai mengenal lingkungan sekitarnya. Masa anak-anak juga adalah masa yang paling mudah dibentuk, oleh karena itu seorang anak bisa berubah kapan saja tergantung dari lingkungan yang membentuknya juga.

Gereja yang baik adalah gereja yang juga memperhatikan anak-anak didalamnya. Anak-anak memiliki keunikannya sendiri. Anak-anak bukanlah orang dewasa mini, mereka memiliki keterbatasan-keterbatasan bila dibandingkan dengan orang dewasa. Disamping itu mereka juga memiliki daya imajinasi yang luas dan terus berkembang sesuai fase pertumbuhannya. Anak yang mengikuti ibadah di kebaktian umum bersama orang tuanya (orang dewasa) belum tentu bisa menerima pengertian yang sama dengan orang dewasa. Belum lagi ditambah mereka akan terlihat jenuh bila ibadahnya terlalu lama akhirnya membuat mereka cepat bosan  dan tidak fokus. Oleh sebab itu dibutuhkan kehadiran dan peran gereja untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan keunikan anak-anak tersebut.

Ada beberapa hal lain yang juga membuat pelayanan anak ini menjadi sangat penting. Pertama, Pelayanan Anak sangat dekat dengan hati Allah. Anak-anak selalu menjadi bagian dari bahan pengajaran Tuhan Yesus sendiri ketika melayani banyak orang. Seperti dalam Matius 18:3 , Tuhan meninggikan anak-anak dengan mengatakan “kecuali kamu berbalik dari dosa-dosamu dan menjadi seperti anak-anak kecil, kamu tidak akan pernah masuk di Kerajaan Sorga”. Orang-orang  percaya dengan penuh kasih disebut anak-anak dalam 1 Yohanes 5:1 “Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus telah menjadi anak Allah. Dan setiap orang yang mengasihi Bapa juga mengasihi anak-anakNya“ Ya, memang, anak-anak sangat dekat dengan hati Allah!

Kedua, Pelayanan Anak itu penting karena Allah memerintahkan kita untuk menjangkau anak-anak. Dalam Ulangan 32:46 dan Ulangan 11:19 dikatakan AjarkanBicarakan, Teruskan (pass them on) kepada anak-anak tentang segala perkataan hukum Tuhan. Membentuk sebuah generasi yang saleh dan kudus dihadapan Tuhan adalah perintah Tuhan dan kebenaran yang ditanamkan dalam diri anak-anak sejak dini diharapkan akan membuat mereka bertumbuh dengan akar keimanan yang kuat.

Ketigaoleh karena anak itu begitu unik, maka sangat dibutuhkan pekerja/pelayan yang mengerti keunikan Pelayanan Anak. Beragamnya latar belakang keluarga anak-anak yang dilayani pun menambah pentingnya pelayan-pelayan yang mengerti anak-anak, orang yang mau sabar mendengarkan anak-anak, yang tidak hanya memiliki hati tapi juga pengetahuan yang benar tentang kebenaran Firman Tuhan itu sendiri. Seseorang yang mau bergabung dengan pelayanan anak seharusnya merasa terpanggil bukan karena paksaan. Jika mereka melayani dengan terpaksa, tentunya anak tidak akan mengerti Firman Tuhan dengan baik. Pekerja atau pelayan yang tidak terpanggil biasanya kurang dalam persiapan dan pengetahuan. Guru sekolah minggu yang baik pastinya akan melakukan persiapan, pendalaman materi, punya kreativitas, dan bahkan tidak segan untuk bertanya atau berkonsultasi dengan team dan guru Sekolah Minggu lain yang lebih senior ataupun Pendeta yang menggembalai jemaat tersebut.

Guru sekolah minggu yang mau melayani tidak otomatis memiliki kemampuan untuk mengajar dengan baik. Oleh sebab itu dibutuhkan pelatihan dan persiapan secara kontinyu. Di GKI Camar sendiri, setiap orang yang baru masuk dalam pelayanan sebagai (calon) Guru Sekolah Minggu harus melalui tahapan observasi kelas selama 3 bulan di setiap kelas dan tidak diperkenankan untuk langsung mengajar di kelas. Mereka juga harus memiliki relasi yang baik dengan Tuhan, punya waktu doa dan saat teduh pribadi yang teratur dan disiplin. Selain itu dipersiapkan juga dengan pembinaan GSM yang matang yang sesuai dengan kebutuhan saat ini. Pola mengajar di masa lalu belum tentu dapat dipakai lagi pada zaman sekarang. Diperlukan kreativitas yang disesuaikan oleh kegemaran anak-anak zaman sekarang (Generasi Alpha).

Pengajaran di sekolah minggu efektif hanya 1 jam di dalam kelas dalam seminggu, masih ada 168 jam lainnya dalam seminggu yang anak-anak jalani di dalam hidup mereka. Yang seharusnya sebagian besar pengajaran tersebut bersama dengan orangtua mereka di rumah. Jika diperhitungkan secara proporsional, pelayanan anak di sekolah minggu tidak akan mampu membangun karakter iman yang baik tanpa adanya dukungan penuh dan kerjasama dari orangtua yang mendidik mereka. Tidak seperti orang dewasa yang pergi ke Gereja, selain dari Sekolah Minggu anak-anak butuh belajar dan bertumbuh dari pembinaan iman dan karakter di rumah bersama dengan orangtua atau orang dewasa lainnya. Butuh keteladanan orang tua untuk menuntun anak-anak ini dalam iman secara lebih mendalam. Oleh sebab itu dibutuhkan kerjasama antara guru dan orangtua dalam mengkomunikasikan pengajaran firman Tuhan ini sehingga anak tidak mengalami kebingungan.

Ada suatu pengalaman menarik sewaktu saya mengajar anak-anak balita. Waktu itu kami mengingatkan kepada anak-anak untuk tetap membaca Alkitab dirumah (walau pun mereka belum bisa membaca, mereka bisa meminta papa atau mama membacakannya buat mereka). Ternyata ada 1 orang anak yang protes kepada saya, ”Gak bisa kak, waktu itu saya sudah minta papa saya bacain Alkitab buat saya, tapi papa malah bilang suruh dibacain Kakak GSM aja, papa lagi sibuk.” Yah.... pengajaran itu seharusnya bisa terhubung dengan baik juga kerumah.

Sekolah Minggu GKI Camar juga mengikuti pola komunikasi yang mulai mendekatkan kepada orangtua. Sejak 3 tahun belakangan kami juga membuat whatsapp group dengan orangtua untuk memfasilitasi komunikasi antara GSM dengan orangtua. Guru bisa men-sharingkan apa yang diajarkan di kelas setiap minggu dan orangtua dapat memberikan masukan atas apa yang mereka rasakan/alami di rumah dalam membimbing anak-anak. Disamping itu sarana ini juga dapat mempermudah membantu mengingatkan anak akan proyek ketaatan yang harus mereka jalani dirumah. Misalnya, anak di sekolah minggu ditugaskan membaca 1 ayat setiap hari dirumah, GSM memberikan form ceklis agar orangtua juga ikut membantu memantau kedisiplinan mereka dirumah, dan seterusnya. Pertemuan tatap muka GSM-Orangtua juga menjadi sangat penting untuk mengetahui lebih dalam apa yang dapat dikerjakan bersama antara orangtua dan GSM.

Pelayanan anak dan Sekolah Minggu akan menjadi dasar pertumbuhan rohani seorang anak untuk dapat mengenal kebenaran Alkitab, menyembah dan memuji Tuhan serta mengasihi pekerjaanNya. Apabila mereka telah dimenangkan maka berarti generasi selanjutnya akan dimenangkan juga, karena mereka adalah penerus dan pemimpin generasi yang akan datang, pemimpin gereja di masa mendatang. Dan tidak bisa disangkal bahwa 50% anggota jemaat gereja pada umumnya adalah berasal dari anggota Sekolah Minggu. Jadi ketika Pelayanan Anak mulai diperhatikan, maka generasi gereja masa depan akan lebih baik lagi.

Sumber & Referensi
Margareth Tamba, GSM dan Ketua Komisi Anak GKI Camar, periode 2018-2020

No votes have been submitted yet.

Author Bio