Sejarah Lagu “O, Datanglah, Imanuel” KJ 81

Syair dari lagu “O, Datanglah, Imanuel” bersumber dari sebuah sajak antiphon pada abad ke-8, yaitu O Antiphons. Keunikan dari sajak antiphon ini adalah syairnya dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki karakteristik unik yaitu metrikal 88.88.88.88 hymn meter; setiap baris dalam syair lagu tersebut memiliki 8 suku kata:

 

O come, O come, Em-ma-nu-el,

1  2         3  4        5     6     7   8

And ran-som cap-tive Is-ra-el,

1     2     3     4      5     6  7  8

…dst

 

Versi terjemahan Yamuger juga tetap membawa karakteristik ini

O, da-tang-lah, I-ma-nu-el,

1   2   3      4     5  6  7   8

Te-bus u-mat-Mu Is-ra-el,

1    2    3 4      5   6  7  8

…dst

 

Yang menjadi dasar lagu ini adalah bagian terakhir dari O Antiphons yang bertajuk Veni Emmanuel. Setiap bait terdiri dari 4 baris, yang mengadaptasi bagian dari antiphon, ditambah dengan dua baris refrain yang menegaskan respons penantian umat di masa Adven melalui lagu ini. Lagu ini memiliki 5 bait. Masing-masing bait menguraikan nama dari Yesus sang Mesias:

  1. “Imanuel” (Yesaya 7:14, Matius 1:23) yang berarti “Tuhan beserta kita”
  2. “Tunas Isai (Branch of Jesse)” (Yesaya 11:1), mengacu pada garis keturunan Yesus
  3. “Surya Pagi” (Maleakhi 4:2, Lukas 1:78– 79), mengacu pada Oriens yang adalah bintang pagi
  4. “Kunci Daud” (Yesaya 22:22) juga mengacu pada garis keturunan Yesus sebagai anak Daud
  5. “Tuhan Allah (Adonai)” (Keluaran 19:16)

John Mason Neale (1818 – 1866) menerjemahkannya ke dalam Bahasa Inggris dan dipergunakan secara luas. Sementara untuk musiknya, digubah oleh Thomas Helmore (1811 – 1890).

Sumber & Referensi
https://en.wikipedia.org/wiki/O_come,_O_come,_ Emmanuel
http://www.hymnary.org/text/o_come_o_come_ emmanuel_and_ransom
http://cyberhymnal.org/htm/o/c/ocomocom.htm

No votes have been submitted yet.

Author Bio